| Title | Pedoman Penatalaksanaan Penyakit Menular Seksual |
| Collection Location | Analis Kesehatan |
| Edition | |
| Call Number | 616.9 Dit 1996 |
| ISBN/ISSN | 979-95203-0-4 |
| Author(s) | Ditjen PPM & PLP Depkes RI KSPMSI |
| Subject(s) | Penyakit Menular Seksual |
| Classification | 616.9 |
| Series Title | Penyakit Menular Seksual | GMD | Buku Teks |
| Language | Indonesia |
| Publisher | Ditjen PPM & PLP dan KSPMSI |
| Publishing Year | 1996 |
| Publishing Place | Jakarta |
| Collation | iii, 33 hlm. ; 18 x 24,5 cm. |
| Abstract/Notes | Penyakit menular seksual(PMS) masih tetap merupakan masalah kesehatan masyarakat,baik ditinjau dari segi kesehatan,politik,maupun sosial ekonomi. Dalamdekade terakhir ini,telah terjadi peningkatan insidens PMS di banyak negara di dunia.Kegagalan dalam diagnosis maupun terapi pada tahap dini,mengakibatkan timbulny komplikasi yang cukup serius,misalnya infertilitas,kehamilan ektopik,kematian janin,infeksi neonatus,bayi dengan berat badan lahir rendah,kanker anogenita,bahkan dapat mengakibatkan kematian. Dalam kaitannya dengan infeksi HIV/AIDS,telah banyak bukti yang menunjukkan bahwa PMS dapat meningkatak risiko penularan/tranmisi HIV melalui jalur seksual(PMS sebagai kefaktor infeksi HIV) Penyakit sifilis,ulkus mole(chemoroid)dan herpes genitalis,akan mningkatkan risikoterkena infeksi HIV/AIDS 2-9 kali. Sedangkan pada PMS dengan gejala selain ulkus (misalnya gonore,trikomoniasis,klamida dan vaginosis bakterial)meningkatkan risiko penularan infeksi HIV pada Wanita 3-5 kali. Infeksi HIV dapat pula mempengaruhi PMS dalam hal perjalanan penyakit,diagnosis,serta respons terhadap pengobatan. Demikian pula sebaliknya.Oleh karena itu,dalam rangka pengendalian infeksi HIV/AIDS,salah satu upaya penting yang perlu dilakukan ialah penanggulangan PMS. |
| Specific Detail Info | |
| Image | ![]() |
| Back To Previous |
