| Abstract/Notes |
Menjelang"Akhir Zaman" yang konon katanya sudah semakin dekat,semakin banyak penyakit yang baru muncul dan baru dikenal. Sewaktu penulis masih kuliah di Fakultas Kedokteran yaitu antara tahun 1961-1967,kelainan autisma anak belum pernah diberikan dalam kuliah,baik di bagian penyakit anak maupun di bagian Penyakit Jiwa. Bahkan selam prakek sebagai dokter umum selama lebih kurang 25 tahun,istilah autisma belum pernah terdengar.Oleh karena itu,sewaktu anak penulis yang nomor limadidiagnos autisma infatil,penulis masihbe lum paham,jenis penyakit apa ini?. Memang sampai sekitar sepuluh tahun yang lalu,kelainan ini tampaknya belum dipublikasikan diindonesia.Penderitanya juga (katanya)tidak banyak dijumpai.Para okter dan awam baru tersentak ketika jumlahnya "tiba-tiba"melonjak dengan cepat.Kelainan perkembangan perilaku yang timbul pada masa anak-anak ini kemudian menjadi"momok"yang menakutkan. Apalagi setelah media massa mulai tertarik untuk memuat dan memberitakanny.Karena informasi ini cepat menyebar di masyarakat,maka jumlahnya seakan meningkat semakin cepat.Banyak orang Tua yang tiba-tiba sadar bahwa perilaku anaknya kelihatannya cocok dengan gejala autisma yang diberitakan. |